Langsung ke konten utama

Fenomena “Ngopi di Kuburan” Viral di Medsos: Antara Mistis, Tradisi, dan Gaya Hidup Unik Warga

Fenomena “Ngopi di Kuburan” Viral di Medsos — Antara Tradisi, Mistis, dan Konten ☕ Fenomena “Ngopi di Kuburan” Viral di Medsos — Antara Tradisi, Mistis, dan Konten Bambu Emas 88 News – Dunia maya kembali dihebohkan dengan munculnya tren baru yang cukup aneh namun menarik perhatian: “Ngopi di Kuburan.” Aktivitas yang awalnya dilakukan oleh sekelompok anak muda di sebuah desa di Jawa Tengah ini, kini menjalar ke berbagai daerah dan menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial. Video berdurasi dua menit yang memperlihatkan sekelompok pemuda duduk santai di atas nisan sambil menyeruput kopi hitam, tertawa, dan membahas kehidupan, sontak viral. Banyak netizen merasa ngeri, tapi tak sedikit juga yang menganggapnya sebagai bentuk “ngopi anti mainstream.” 🔍 Awal Mula Fenomena: Dari Tradisi ke Konten Fenomena ini bermula dari seorang konten kreator bernama “Rizal Kopi Malam” yang dikenal sering membuat video bertema keunikan budaya lokal. Dalam salah satu unggahannya, ...

🐸 “Heboh! Jalanan Jakarta Penuh Kodok Setelah Hujan”

Heboh! Jalanan Jakarta Penuh Kodok Setelah Hujan

Jalanan Jakarta penuh kodok setelah hujan deras
Ilustrasi: Fenomena unik ribuan kodok di jalanan Jakarta. (Foto: ilustrasi)

Jakarta — Pemandangan tak biasa terjadi di sejumlah wilayah Jakarta usai hujan deras mengguyur ibu kota pada Senin sore (4/11). Ratusan bahkan ribuan ekor kodok tampak melompat-lompat di jalanan, membuat warga terheran-heran dan sebagian pengendara memperlambat laju kendaraan karena jalanan dipenuhi amfibi kecil tersebut.

Fenomena ini terekam dalam berbagai video yang beredar luas di media sosial seperti X (Twitter), Instagram, dan TikTok. Dalam salah satu video berdurasi 25 detik, terlihat puluhan kodok melompat dari tepi selokan menuju aspal yang masih basah, sementara pengendara motor berhenti dan merekam kejadian langka itu.

“Kayak Hujan Kodok, Serem Tapi Lucu!”

Pengguna TikTok @dianajkt mengunggah video kejadian itu dengan caption: “Jakarta abis hujan, eh tiba-tiba jalanan penuh kodok. Ini kenapa sih? 😭🐸”

Video tersebut langsung viral dan telah ditonton lebih dari 2 juta kali dalam waktu 10 jam. Banyak netizen yang mengaku terkejut, bahkan berspekulasi fenomena ini pertanda alam.

“Kirain efek banjir, ternyata kodok beneran. Baru kali ini liat sebanyak ini di tengah kota,” — @rezaofficial.

Namun sebagian lainnya menanggapinya dengan candaan: “Jakarta upgrade fauna lokal nih, siap-siap nanti muncul buaya juga 😂.”

Fenomena Alam atau Efek Lingkungan?

Menurut Dr. Andika Wibowo, ahli biologi dari Universitas Indonesia, fenomena munculnya banyak kodok setelah hujan deras adalah hal alami dan tidak berbahaya.

“Kodok cenderung keluar setelah hujan karena kelembapan tinggi memudahkan mereka bernapas melalui kulit. Biasanya mereka mencari makan atau berpindah tempat,” — Dr. Andika Wibowo.

Ia menambahkan bahwa peningkatan populasi kodok di area perkotaan bisa jadi akibat sistem drainase yang terganggu atau habitat yang tergenang air untuk waktu lama.

Warga Heboh, Jalanan Macet Sementara

Kejadian ini sempat menyebabkan kemacetan ringan di beberapa ruas jalan, terutama di kawasan Kramat Jati dan Pondok Gede. Pengendara berhenti untuk menghindari hewan kecil itu, sementara warga lain menepi untuk merekam video.

Petugas PPSU yang berada di lokasi turut membantu menyapu sebagian kodok ke arah selokan agar tidak menimbulkan bahaya di jalan raya.

“Tadi kami kira lumpur atau daun, ternyata kodok semua. Jumlahnya ratusan. Kami dorong ke tepi biar aman,” — Budi Santoso, petugas PPSU.

Reaksi Netizen dan Spekulasi Kocak

Fenomena ini pun menuai beragam komentar lucu di media sosial. Tagar #KodokJakarta bahkan sempat masuk daftar trending topic di X (Twitter).

  • “Jakarta abis ujan, yang nongol bukan pelangi tapi kodok 🤣.”
  • “Mungkin ini pasukan kodok mau demo minta lingkungan lebih bersih.”
  • “Dunia kayak film animasi—tinggal tunggu pangerannya datang.”

Komunitas pecinta hewan @JakartaFaunaCare mengingatkan agar warga tidak menyakiti kodok. “Meski bikin geli, kodok punya peran penting di ekosistem karena memakan serangga seperti nyamuk.”

Penjelasan BMKG dan Ahli Lingkungan

BMKG menjelaskan, fenomena ini terjadi akibat kondisi cuaca lembap dan curah hujan tinggi. Kodok biasanya muncul di malam hari atau setelah hujan besar.

“Ini bukan hal aneh, tapi efek alami dari siklus ekosistem amfibi saat musim hujan,” — Dwikorita Karnawati, Kepala BMKG.

Pakar lingkungan Rizky Maulana, M.Sc., menambahkan bahwa banyaknya kodok justru bisa menandakan ekosistem air di Jakarta masih cukup sehat.

Penutup

Fenomena ribuan kodok di jalanan Jakarta mungkin terlihat aneh, namun ini bagian alami dari kehidupan hewan amfibi saat musim hujan. Warga diimbau tidak panik dan tetap berhati-hati saat berkendara.

Selain menjadi tontonan unik, kejadian ini juga pengingat bahwa alam selalu punya cara menarik perhatian manusia — entah lewat pelangi, hujan, atau ribuan kodok di tengah kota.

Jakarta memang tak pernah kehabisan kejutan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fakta Mengejutkan di Balik Kasus Onad – Polisi Akhirnya Temukan Bukti Baru yang Tak Terduga!

🕵️‍♂️ Bagian 2: Fakta Mengejutkan di Balik Kasus Onad – Polisi Temukan Hal Tak Terduga! Jakarta — 5 November 2025 Ilustrasi: Ruang wawancara polisi yang digunakan dalam penyelidikan kasus Onad. (Foto: ilustrasi) Bambu Emas 88 News – Setelah wawancara eksklusif dengan pihak kepolisian yang sempat menghebohkan publik, kini muncul kabar baru yang lebih mengejutkan. Berdasarkan informasi lanjutan dari sumber internal, tim penyidik menemukan bukti baru yang bisa menjadi kunci utama dalam kasus Onad dan istrinya. 🔍 Bukti Baru yang Terungkap Bukti tersebut diduga berupa rekaman audio yang merekam percakapan antara Onad dan seseorang yang belum diidentifikasi. Meski isi rekaman belum dibuka ke publik, pihak kepolisian menyebut rekaman ini berpotensi besar membuka motif di balik kejadian yang menjadi sorotan nasional ini. “Kami sedang melakukan analisis forensik terhadap rekaman tersebut. Jika valid, ini akan menj...

Fenomena “Ngopi di Kuburan” Viral di Medsos: Antara Mistis, Tradisi, dan Gaya Hidup Unik Warga

Fenomena “Ngopi di Kuburan” Viral di Medsos — Antara Tradisi, Mistis, dan Konten ☕ Fenomena “Ngopi di Kuburan” Viral di Medsos — Antara Tradisi, Mistis, dan Konten Bambu Emas 88 News – Dunia maya kembali dihebohkan dengan munculnya tren baru yang cukup aneh namun menarik perhatian: “Ngopi di Kuburan.” Aktivitas yang awalnya dilakukan oleh sekelompok anak muda di sebuah desa di Jawa Tengah ini, kini menjalar ke berbagai daerah dan menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial. Video berdurasi dua menit yang memperlihatkan sekelompok pemuda duduk santai di atas nisan sambil menyeruput kopi hitam, tertawa, dan membahas kehidupan, sontak viral. Banyak netizen merasa ngeri, tapi tak sedikit juga yang menganggapnya sebagai bentuk “ngopi anti mainstream.” 🔍 Awal Mula Fenomena: Dari Tradisi ke Konten Fenomena ini bermula dari seorang konten kreator bernama “Rizal Kopi Malam” yang dikenal sering membuat video bertema keunikan budaya lokal. Dalam salah satu unggahannya, ...

Siapa Sebenarnya Sosok di Balik Akun X “Jakarta Info”?

Siapa Sebenarnya Sosok di Balik Akun X “Jakarta Info”? Jakarta — 5 November 2025 Akun X “Jakarta Info” jadi sorotan publik karena kecepatan dan ketepatannya dalam menyajikan informasi. (Ilustrasi) Jakarta — Hampir setiap warga Jakarta pernah melihat postingan dari akun @JakartaInfo di platform X (sebelumnya Twitter). Akun ini dikenal karena selalu menjadi yang tercepat dalam mengabarkan berita lalu lintas, kebakaran, hingga banjir di Ibu Kota. Namun, di balik ketenarannya, muncul satu pertanyaan besar: siapa sebenarnya sosok di balik akun itu? Misteri di Balik Akun yang Selalu “Lebih Cepat dari Media” Dalam dunia informasi digital, kecepatan adalah segalanya. Tak jarang, warga Jakarta lebih mempercayai postingan dari @JakartaInfo dibandingkan media besar. Akun ini kerap mengunggah video kejadian hanya beberapa menit setelah peristiwa berlangsung. Banyak yang menduga bahwa pengelolanya adalah seorang jurnalis lepas, ada pula yang menyebu...